Subscribe

RSS Feed (xml)

Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Sunday, April 13, 2008

Perawatan Kuda Atlit (bagian 3)

Pemeriksaan Kesehatan Rutin

Untuk melihat kondisi kuda kesehatan kuda dapat dilakukan pengamatan kuda baik tingkah laku maupun pemeriksaan secara dekat. Kuda yang bersuara parau bahkan sampai tidak bersuara menunjukkan adanya keabnormalan fungsi faalinya yang bersifat sementara atau berkelanjutan.

Perubahan-perubahan fungsi dan struktur tubuh abnormal yang mungkin awalnya dipengaruhi oleh penyakit ringan, memiliki arti penting dalam menentukan pemeriksaan, diagnosa, prognosa, etiologi, penyebab peyakit, terapi dan perawatan kuda sakit (Medivet, 2001). Sementara itu untuk mendapatkan kuda yang sehat melibatkan latihan, pakan, dan seluruh manajemen stable. Sebelum masuk pada program latihan, beberapa prosedur rutin harus dilaksanakan yang diperlukan untuk kesehatan dan kenyamanan hewan.

· Pemeriksaan Kuku.

Tukang tapel (farrier) hendaklah dihubungi untuk memeriksa kaki kuda dan memeriksa kecocokan/pas tidaknya sepatu kuda yang baru dipasang, serta perlu tidaknya penggunaan tapel khusus akan tetapi perlu diperhatikan juga kesimetrisannya hasil dari pemasangannya. Sepatu baru hendaklah baiknya diganti dan dipasang setiap empat atau enam minggu sekali selagi kuda dalam kondisi kerja.

· Pemeriksaan gigi

Gigi hendaklah teratur dan tidak terdapat ujung yang meruncing. sebaiknya gigi dikikir secara teratur minimal setahun sekali (Hamer.D, 1993), keadaan gigi harus diperiksa ketajamannya terhadap adanya bentuk gigi yang tidak rata. Adanya ketajaman pada bagian ujung akan memerlukan perlakuan pengikiran (Teeth Rasping) oleh pihak yang berkompeten agar kuda tidak mengalami ketidaknyamanan pada saat makan atau ketika ‘bit’ dipasangkan pada mulut dan meningkatkan efisiensi penggilingan makanan agar menjadi partikel makanan yang lebih kecil. Adapun jika gigi yang tidak terawat akan berkembang menjadi berbahaya meruncing di bagian sudut gigi, dengan sangat merobek bagian dalam pipi, gusi, lidah sehingga kuda akan mendapatkan kesulitan pada saat mengunyah makanan, pakan yang tidak tercerna dengan baik akan mengganggu motilitas usus yang akan membawa pada kondisi spasmodik kolik.

· Pemeriksaan nostril

Nostril hendaklah terbuka, tidak berlebihan pada saat mengembus, bersih dan kering serta bebas dari discharge. Udara yang keluar maupun yang masuk dapat mengalir dengan bebas dan tidak terdapat bau yang tidak menyenangkan.

· Pemeriksaan respirasi

Tingkat respirasi normal permenit antara10-15 nafas permenit (Hawcroft, 1990). Pemeriksaan respirasi kuda pertama dapat dilakukan dengan memanfaatkan jarak sekitar 2 meter, dengan menuntun kuda berjalan atau berlari. Hal yang diperhatikan adalah cepat atau lambatnya pernafasan, ketidak teraturan atau iramanya, dangkal atau dalamnya, ringan atau berat, berisik atau tenang, yang kesemuanya tergantung pada kebugaran kuda, latihan, kegembiraan, dan temperatur harian. Pernafasan yang cepat, irregular, berisik, dangkal atau berat merupakan suatu kondisi pernafasan yang abnormal yang memerlukan perhatian medis. Tingkat pernafasan dapat diketahui dengan langsung menempatkan tangan di atas nostril dan merasakan pergerakan udara atau dengan memperhatikan pergerakan tulang rusuk atau nostril.

· Pemeriksaan denyut jantung (pulsus)

Untuk kuda dalam keadaan istirahat denyut jantungnya adalah 30-40 denyut permenit dengan irama yang teratur (Hawcroft, 1990). Untuk pemeriksaannya, dapat dengan menempatkan tangan dan meraba dada di belakang ujung dari elbow dekat kaki depan kiri di posisikan kira-kira satu per tiga di depan kaki kanan.

Tabel 3.1. Nilai Normal Fungsi Vital Kuda

Tingkat Pulsus (istirahat)

Kuda dewasa

Anak kuda (umur 2 minggu)

Anak kuda (umur 4-6 minggu)

Anak kuda jantan dan anak kuda betina (umur 6-12 bulan)

Kuda muda (1-2 tahun)

30-40 pulsus/menit

100 pulsus/menit

70 pulsus/menit

45-60 pulsus/menit

40-50 pulsus/menit

Sumber : the research staff of Equine Research Publications, 1977, Appendix halaman 560.

· Pemeriksaan temperatur

Thermometer di licinkan dengan menggunakan vasline dapat digunakan untuk melakukan pemeriksaan temperatur kuda. Temperatur dimasukan melalui anus ke dalam rectum sekitar dua per tiga bagian dari panjang thermometer, dibiarkan selama 1 menit. Range normal temperatur kuda adalah berkisar dari 37,7oC sampai 38,6oC (Hawcroft, 1990).

Tabel 3.2. Berbagai Kondisi Tubuh Berdasarkan Temperatur Suhu Tubuh

Temperatur

Range Normal

Rata-rata normal

Demam

Ø Ringan

Ø Moderate

Ø Tinggi

Ø Sangat tinggi

37.5 – 38.6 0C

380C

38.0 – 39.20C

39.2 – 400C

40.0 – 41.20C

Diatas 41.20C

Sumber : the research staff of Equine Research Publications, 1977, Appendix halaman 560.

· Pemeriksaan mulut

Bibir hendaklah bersih dan kering, tidak terdapat gejala salivasi yang berlebihan (berbuih), nanah, darah dan bau yang tidak menyenangkan, jika terdapat hal tersebut di atas maka menandakan adanya gangguan kesehatan dan perlu dilakukan tindakan pengobatan.

· Pemeriksaan Mata

Mata kuda normal hendaklah jernih, cemerlang dan bersinar serta terbuka tanpa ada kemerahan pada bola mata atau sclera (bercak putih pada mata), lembab dan conjunctiva berwarna pink mengkilap. Pemeriksaan mata dapat dilakukan dengan memberikan suasana gelap kemudian dengan menggunakan bantuan lampu senter atau alat sejenis yang disorotkan kearah mata dengan tujuan menilai reflek pupil mata dengan demikian kita dapat melihat respon mata kuda dimana pupil berkontraksi. Juga hendaklah diperhatikan kesimetrisan antara kedua bola mata. Sementara itu kelainan yang kemungkinan ditemukan pada saat pemeriksaan adalah penonjolan membrana nictitans yang disebabkan oleh adanya infeksi tetanus; pucatnya membran mukosa conjunctiva dapat mengindikasikananemia, toxemia, atau jaundice; dan suatu penonjolan dan cekungan kondisi mata tanpa kelembaban dan cahaya mata yang normal, merupakan indikasi bahwa telah terjadi dehidrasi, dimana ini semua merupakan suatu kondisi yang serius. Test lain untuk pemerikasaan mata sulit dilakukan oleh karena itu hendaklah sebaiknya diserahkan pada ahli medis.

· Pemeriksaan telinga

Telinga yang baik hendaklah berdiri tegak dalam keadaan waspada tetapi tidak kaku, kondisi telinga yang turun, jatuh kemungkinan menandakan adanya kerusakan tendon telinga. Seperti pada pemeriksaan lain diawali dengan pemeriksaan visual dengan memperhatikan adanya keganjilan dan penampilan umum pada telinga, dan pemeriksaan respon terhadap suara. Telinga kuda jika pada saat di ‘handle’ maka kuda tidak akan memperlihatkan adanya tanda-tanda reaksi sakit, bergerak dengan fleksibel. Hendaklah juga memperhatikan adanya gejala-gejala seperti hematoma dan luka goresan serta permukaan interior (pinna) diperiksa untuk adanya plak-plak (sebum) yang berlebihan di telinga. Kehadiran parasit yang ditemukan pada bagian dalam telinga jika dibiarkan tanpa mendapatkan pengobatan dapat menyebabkan kegatalan yang hebat dan melekatnya parasit tersebut akan menyebabkan rusaknya jaringan telinga. Pada infestasi yang berat menyebabkan akumulasi serpihan yang memerlukan tindakan pembersihan bahakn pengerokan.

· Pemeriksaan kulit

pemeriksaan kulit merupakan salah satu langkah pertama untuk melihat kondisi kesehatan kuda secara menyeluruh, bagi kuda-kuda yang mendapatkan perawatan rutin, keadaan kulit harus kering, halus dan mengkilap, serta terbebas dari eksternal parasit. Kuda yang berkeringat pada saat istirahat adalah tanda bahwa kuda mengalami peingkatan suhu badan ata demam (Hamer, 1993).

· Pemeriksaan feses (manure)

Menurut Hawcroft (1990), biasanya kuda mengeluarkan feses 10-15 kali dalam sehari. Warna, konsistensi, volume, bau dan frekuensi defekasi sangat tergantung pada jenis pakan dan program latihan yang diterima. Seekor kuda yang menerima diet seimbang mengeluarkan feses yang berwarna coklat, berbentuk, cenderung hancur ketika jatuh ke tanah dan mempunyai bau yang tidak menyenangkan. Kuda-kuda yang memakan rumput berair akan sering mengeluarkan feses dengan keadaan berwarna hijau, tidak berbentuk, seperti feses sapi; pemberian dalam volume besar dengan rendah kualitas hay, feses akan sulit keluar, berwarna kehitaman.

· Pemeriksaan urin

Gejala-gejala abnormal dari urin antara lain dapat berupa tidak adanya pengeluaran urin dalam waktu 24 jam (anuria), jumlah pengeluaran urin yang berlebihan (polyuria), urin bewarna coklat kemerahan (haematuria) atau berwarna merah darah. Jika curiga terhadap adanya kelainan, dapat dengan mengumpulkan sampel urin dalam tabung dan tempatkan di refrigerator untuk pemeriksaan lab. Tabel 1.1. berikut menunjukan nilai beberapa variable urin pada kuda.

Tabel 3.3. Nilai beberapa variabel urin pada kuda

Range

Rata-rata

Berat jenis

1.025 – 1.060

1.040

Range pH

7.5 – 8

Kuantitas

5 – 8 (liter/hari)*

*Penampilan warna kuning, gelap.

Sumber : the research staff of equine research publications, 1977, Appendix halaman 560.

· Pemeriksaan parasit

Hampir seluruh kuda diinfestasi oleh parasit hanya saja derajat tingkatan infestasi yang bervariasi antara kuda satu dengan yang lainnya baik ektoparasit maupun endoparasit. Parasit-parasit ini seringkali menyabotase persediaan nutrisi kuda yang diinfestasi dan menimbulkan banyak masalah seperti bulu rambut kasar, penurunan berat badan, anemia, kelesuan, diare dan penampilan keseluruhan yang buruk masing-masing dapat diakibatkan oleh infestasi parasit. Infestasi juga dapat menimbulkan stress pada kuda, menyebabkan penurunan resistensi terhadap infeksi virus dan bakteri. Kemugkinan terburuk adalah parasit mengadakan migrasi melalui jaringan tubuh, merusak hati, rapu-paru, sistem sirkulasi, organ-organ dan sistem spesifik-spesifik lainnya. Kemungkinan paling berbahaya adalah migrasi dari parasit Strongylus vulgaris. Pada tahap larva parasit ini memperluas kerusakan pada anterior arteri mesenterika yang mana mengurangi kadar darah dalam porsi besar pada saluran intestin. Ketika arteri tersebut mengalami kerusakan dalam jumlah besar maka thrombus (bekuan darah) akan terbentuk. Bagian-bagian kecil dari bekuan darah, dikenal juga sebagai emboli, dapat memutus dan menyumbat banyak aliran darah dari saluran intestin. Beberapa peneliti memperkirakan bahwa 90% lebih dari semua kolik berhubungan dengan kerusakan yang dilakukan oleh Strongylus vulgaris.

Perawatan Kuda Atlit (bagian 2)

Stable Kandang

Pembangunan kandang untuk daerah tropis seperti di negara kita diusahakan mempunyai ventilasi yang cukup untuk pertukaran udara. Kandang sebaiknya dilengkapi dengan air bersih. Kuda yang di kandangkan membutuhkan ruang, udara, dan cahaya. Stable seharusnya cukup besar agar kuda dapat bergerak dengan bebas, untuk berbaring, rolling, dan bangun lagi tanpa terbentur dinding kandang. Ukuran ideal untuk stable adalah untuk kuda 3,5 x 3,5 m, dan untuk poni 3,5 x 3 m (Medivet, 2004), sedangkan menurut Robert (1985), idealnya ukuran kandang hendaklah kira-kira sekitar 4.2 m x 3.6 m untuk kuda, dan 3.6 m x 3.6 m untuk poni. Sirkulasi udara pada stable juga harus diperhatikan. Keadaan stable yang lembab akan membuat kuda kedinginan dan resiko terjadinya gangguan pernafasan akan lebih besar, pneumonia. Letak tempat pakan atau biasa disebut manger tidak lebih dari 60 cm dari lantai atau disesuaikan dengan tinggi kuda (Medivet, 2000). Kuda poni tidak akan mampu mencapai manger yang didisain untuk kuda pacu. Untuk hay‑net (rak tempat meletakkan hay) yang paling baik adalah 120 cm dari lantai (Medivet, 1985), namun pada umumnya kandang jarang tersedia, akan tetapi sekalipun ada jangan menempatkan hay‑net lebih tinggi dari kuda karena dikhawatirkan ketika kuda menarik hay pada saat makan, hay‑net akan jatuh dan mengenai kepala atau matanya.

Alas kandang yang paling baik untuk stable adalah jerami sedangkan batang juwawut/barley sebaiknya jangan digunakan sebagai alas kandang karena dapat mengiritasi kulit, juga dapat digunakan serbuk gergaji yang lebih membuat kuda hangat pada saat malam hari jika disesuaikan dengan ukuran luas kandang.

Stable yang baik akan menyediakan tempat khusus untuk gudang makanan, selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan makanan juga dapat dipergunakan untuk menyimpan obat‑obatan, sebaiknya gudang ini dibangun di dekat kandang pemeliharaan dan klinik dibangun berdekatan dengan kandang induk untuk mengantisipasi dan efektifitas bila ada kasus mendadak.

Grooming

Pada kuda liar atau kuda yang bebas di padang rumput, secara alamiah mereka dapat merawat dirinya. Mereka melakukan rolling apabila mereka merasa gatal atau berkeringat dan untuk mengatur bulunya mereka dapat menggosokkan badannya pada pohon. Ketika merasa gatal pada daerah bawah perut atau selangkangan, mereka menggunakan semak‑semak untuk menggaruk. Akan tetapi pada kuda-kuda yang di kandangkan perawatannya tergantung pada kita, jika seekor kuda diberi perawatan dengan standar perawatan dan perhatian yang sangat besar maka dia akan memberikan kita imbalan dengan penampilan terbaiknya. Kuda yang dikandangkan seharusnya digroom secara teratur setiap hari, tidak hanya membuatnya kelihatan gagah, tetapi untuk menjaga kulitnya dan bulunya dalam keadaan sehat serta untuk mencegah penyakit kulit. Para pemilik kuda yang betul-betul memperhatikan perawatan kudanya, pada cuaca dingin untuk menjaga temperatur tubuh kuda tetap, disediakan selimut atau penutup tubuh tebal. Kebanyakkan orang berpendapat bahwa pertandingan adalah dimenangkan dirumah, dengan kata lain pakan, kebugaran dan manajemen stable sama pentingnya dengan pelatihan dan pertandingan kaitannya dalam menghasilkan seekor kuda yang berpotensi untuk menang (Hodges dan Pilliner, 1991).

Tindakan grooming baru dapat dilakukan setelah sebelumnya kita terlebih dahulu melakukan pendekatan pada kuda tersebut, misalkan saja dengan mengusap kepalanya, punggungya dan yang lebih penting adalah memahami karakteristik dari kuda tersebut. Item yang diperlukan untuk grooming kit menurut Robert (1985), terdiri dari dandy brush, body brush, water brush, hoof pick, hoof oil and brush, stable rubbing cloth, two small sponges, a rubber atau plastic curry comb, curry comb, mane comb, metal curry comb dan sweat scraper.

Dandy brush digunakan hanya untuk menghilangkan lumpur dan keringat yang mengering. Jangan digunakan pada daerah‑daerah sensitif pada kuda, misalnya bawah perut, diantara paha dan wajah. Juga pada surai atau ekor karena akan merusak rambutmya. Body brush atau sikat badan berfungsi untuk membersihkan debu, kotoran, dan untuk membersihkan bulu tengkuk dan bulu ekor serta untuk meratakan minyak pada tubuh. Penggunaan body brush harus menggunakan tekanan yang kuat. Water brush digunakan untuk membasahi, untuk menidurkan surai setelah disikat, atau sebelum menjalin dan untuk menidurkan bulu tengkuk atau ekor sebelum dipasangkan bandage dan dijalin. Kegunaan hoof pick amatlah jelas dan amat penting yaitu untuk membersihkan kuku. Hoof oil atau minyak kuku berguna untuk mencegah kerapuhan terutama pada kuku‑kuku yang berwarna muda. Stable rubbing cloth adalah pelumas/ penyemir yang dapat digunakan untuk mengeringkan telinga kuda jika basah dan kedinginan. Two small sponges digunakan untuk menyeka mata, kuping dan hidung. Rubber atau plastic curry comb digunakan untuk menyisir bulu kuda yang dalam keadaan mudah rontok. Bila digunakan dengan gerakan yang memutar, akan mengangkat bulu yang terlepas. Penggosok keringat/sweat scrap digunakan untuk menghilangkan keringat atau air dari bulu karena mempunyai daya penyapu/pembersih. Mane comb digunakan untuk merapikan bulu tengkuk, mengembangkan dan meluruskan rambut ekor.

Menggrooming, terutama badan dengan body brush, seharusnya dilakukan tanpa sarung tangan, agar ujung‑ujung yang sensitif dapat digunakan untuk merasakan adanya bengkak atau luka‑Iuka kecil atau hal‑hal yang tidak biasa pada kulit. Jika kita merasakan sedikit nodul atau lumpur atau kotoran hal ini dapat dirasakan dengan jari‑jari kita dan gunakan sikat untuk membersihkannya. Jika kotoran atau lumpur tertinggal di kaki harus segera dibersihkan karena akan menyumbat pori‑pori dan menyebabkan mud fever. Periksa juga adanya lumpur di dalam pastern, di antara koronet dan fetlock joint.

Ketika kita menggroming bagian kepala, kepala kuda harus dibungkukkan sampai setinggi leher orang yang menggroming. Mata, hidung harus disapu dengan sponge yang hangat‑hangat kuku. Ambing dari kuda betina harus terjaga kebersihannya, dan pada kuda jantan praeputium harus dicuci secara periodik. Tidak setiap orang menyadari hal ini perlu dilakukan, tetapi apabila bagian ini tersumbat dengan minyak dan kotoran akan menimbukan masalah.

Kaki harus dibersihkan paling tidak dua kali sehari, yaitu pagi hari pada saat grooming pertama dan diulang setelah kuda beraktivitas. Minyak kuku harus dilumaskan, hal ini harus dilakukan di atas koronet, dimana pertumbuhan dimulai.

Exercise (Latihan)

Kuda membutuhkan latihan untuk mejaga kesehatannya sama halnya dengan atlit lainnya, pada saat seekor kuda dalam kondisi kerja membutuhkan latihan tambahan untuk membangun dan memelihara kondisinya, (Draper, 1999). Untuk kuda atlit yang secara rutin dilatih memerlukan frekuensi istirahat yang cukup, terlebih lagi pada saat dimana kuda baru saja mengikuti suatu pertandingan, istirahat yang diberikan pada kuda dapat dengan melakukan pengumbaran di paddock. Tindakan tersebut di atas memberikan kesempatan bagi kuda untuk merelaksasikan otot-otot yang tegang setelah hari-hari kerja yang dijalani sebelumnya, dan akan sangat berpengaruh terhadap psikologis kuda tersebut berkaitan dengan kelanjutan program latihan yang akan diberikan dimana kuda cenderung bosan sehingga berdampak terhadap kondisi sulitnya kuda untuk menerima pendidikan selanjutnya. Perlakuan latihan yang tidak tepat akan menyebabkan luka pada otot maupun tulang, bagi kuda atlit.

Agar kondisi fisik kuda tetap prima, keadaan cuaca juga perlu dipertimbangkan pada saat akan menjalani latihan karena kondisi cuaca yang terik akan memudahkan hewan mengalami dehidrasi sementara pada saat cuaca hujan akan terjadi ketidak seimbangan antara temperatur tubuh dengan lingkungan, yang akan berpengaruh pada penurunan kesehatan tubuh, selain itu kenyamanan lapangan dimana tempat kuda akan menjalani latihan hendaklah terjamin dari berbagai kemungkinan adanya faktor penyebab kecelakaan.

Beberapa hal penting dalam rangka mencapai puncak dari prestasi yang diharapkan, perawat maupun penunggang mutlak untuk ditekankan terhadap penguasaan kontrol temperamen kuda, dengan tujuan agar kuda menurut pada setiap perintah yang diberikan, tetap tenang pada saat disaksikan orang banyak dan harus mempunyai insting untuk suka berlari-lari, melompat dan bermain. Hal penting lain yang harus dikuasai dengan baik oleh seekor kuda atlit adalah ‘Free’ maksudnya ialah seluruh tubuh (tulang, otot, kaki, tulang belakang) kuda dapat bergerak dengan luwes, alami serta dinamis. Seorang pelatih harus memperhatikan kemajuan-kemajuan (Forward) yang diperoleh kuda selama latihan, dengan begitu dapat menentukan kapan latihan ketingkat selanjutnya diberikan.

Dalam latihan seekor kuda hendaklah mendapatkan gerakan membelok ke kanan dan ke kiri dengan proporsi yang seimbang, jika tidak seimbang akan terjadi kasus ‘One-sideness’ yaitu kuda hanya dapat membelok pada salah satu sisi saja, dan irama yang tidak teratur akan mengakibatkan ketidak seimbangan tubuh yang merupakan penyebab lain dari penyakit ini adalah dimana akan ada otot yang lebih kuat atau lebih fleksibel dengan pasangannya (Medivet, 2001).

Vaksinasi

Vaksinasi ialah usaha dengan menggunakan cara imunoprofilaktis dengan tujuan memperoleh kekebalan aktif yang disebabkan timbulnya antibodi dalam tubuh akibat rangsangan dari vaksin (Syamsudin, 1988). Immunitas adalah faktor yang berhubungan antara mikroba dan hospes/individu. Seekor individu yang memiliki immunitas dengan kapasitas sel khusus dalam tubuh yang memproduksi antibodi dapat bertindak sebagai substansi proteksi tehadap serangan mikroba. Immunitas dapat berubah-ubah tergantung mikroba sebagai agen infeksi dan program vaksinasi (Medivet, 2001). Program pencegahan dan perawatan kesehatan dapat dicapai dengan pelaksanaan vaksinasi yang baik, obat-obatan yang diberikan dalam rangka pencegahan merupakan tindakan ekonomis yang tepat dalam meningkatkan dan mempertahankan kondisi kesehatan kuda sekalipun terlihat mendatangkan peningkatan biaya perawatan. Vaksinasi yang dilakukan secara luas dimaksudkan untuk pencegahan terhadap infeksi penyakit, disamping pengobatan penyakit mahal berkaitan dengan obat-obatan yang digunakan, juga dapat menurunkan kondisi kesehatan tubuh dan kemungkinan menyebabkan kematian, untuk itu program imunisasi yang baik merupakan jaminan tindakan nyata dalam segi ekonomis.

Deworming (Pemberian obat cacing)

Pemberian obat cacing penting bagi kuda, terutama untuk yang berada di lapangan rumput. Jika ini tidak dilakukan secara teratur dalam jangka waktu 3 bulan sekali sebagai usaha pencegahan, maka perut kuda akan tampak gemuk/membesar sebagai manifestasi dari adanya infeksi endoparasit (Medivet, 2001). Semakin lama kuda akan bertambah kurus, tulang rusuknya akan sedikit terlihat dan kasar, bulunya kusam. Jika kuda mencapai kondisi seperti itu, maka ini harus diberi obat cacing. Jauhkan kuda dari lapangan rumput yang biasanya dipakai untuk merumput jenis ternak yang lain, untuk menghindari terinfeksinya cacing.